Saudaraku yang baik hati, mungkin kita pernah merasakan hati bergetar pada saat mendengar kalimat Allah atau lantunan ayat suci Al-Qur’an. Apakah kita mendengar pada saat dalam melaksanakan shalat atau di luar shalat ? Jika hati kita bergetar karena mendengar kalimat Allah atau lantunan ayat suci Al-Qur’an, itu sebagai bukti bahwa kita adalah orang yang beriman. Allah SWT berfirman :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Artinya: Orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang yang apabila disebutkan nama Allah maka bergetarlah hati mereka. Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya maka bertambahlah keimanan mereka. Dan mereka hanya bertawakal kepada Rabb mereka. [QS Al-Anfal: 2].

Ayat tersebut di atas menerangkan siapakah orang beriman itu. Allah SWT menjelaskan bahwa orang beriman itu mempunyai ciri-ciri :

  1. Orang yang apabila disebutkan nama Allah maka bergetar hatinya.
  2. Orang yang apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya maka bertambahlah keimanannya.
  3. Orang yang hanya bertawakal kepada Allah SWT

Benarkah jika disebutkan nama Allah bergetar hati kita ? Benarkah jika dibacakan ayat-ayat Allah akan bertambah keimanan kita ? Benarkah kita hanya bertawakal kepada Allah SWT ? Sewaktu kita melaksanakan shalat, berapa kalikah kita menyebut nama Allah SWT ? Secara jujur, sebanyak itu kita menyebut nama Allah SWT, adakah getaran dalam hati kita ? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang menjadi evaluasi diri (muhasabah) tentang keimanan diri kita.

Banyak saudara kita mengaku beriman dan merasa orang yang beriman. Tetapi ketika ditanya apakah selama melaksanakan shalat ada getaran dalam hati saat menyebut nama Allah SWT ? Umumnya mereka menjawab tidak ada. Jika seandainya kita juga termasuk yang demikian, maka marilah kita benahi hati kita agar mudah tersentuh dengan disebutnya nama-nama Allah.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melembutkan hati dan membuat hati peka dan tunduk kepada Allah SWT sehingga menghadirkan getaran-getaran ketika shalat antara lain:

  1. Bersihkan diri dari rezeki yang tidak halal. Karena jika masih ada zat yang haram dalam diri kita, maka akan menjadi penghalang dalam usaha kita mendekatkan diri kepada Allah SWT
  2. Bersegera mohon ampun dan bertaubat jika berbuat dosa. Karena setiap dosa menjadi noda hitam dalam hati kita.
  3. Kenali Allah SWT lebih mendalam agar adab kepada Allah SWT akan semakin baik
  4. Lakukan hal-hal dapat mengobati penyakit hati
  5. Mempelajari dan memahami proses di alam kubur (barzakh), alam mahsyar dan alam akhirat. Hal tersebut akan membuat hati kita menjadi lebih takut dan berharap mendapat keselamatan kelak di akhirat.
  6. Berkata yang baik-baik dan yang benar saja, jika tidak bisa sebaiknya diam, maka Allah SWT akan memperbaiki amalan kita. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah SWT memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar

  1. Berupaya agar ketika kita shalat ada getaran dalam hati.
  2. Syukuri dalam arti syukur yang sebanarnya, ketika hati kita bergetar mendengar nama Allah SWT. Maka Allah SWT akan menambah getaran-getaran itu selama kita terus mensyukurinya.

Saudaraku yang baik hati, jika getaran-getaran itu sudah menjadi kebiasaan hati kita, berarti anugerah besar telah Allah SWT limpahkan kepada diri kita. Jika sudah sampai pada hal yang demikian, maka kita akan merasakan nikmat dan cinta kita kepada Allah SWT. Getaran-getaran yang berfrekuensi tinggi (panjang) akan membuat hati luluh dihadapan Allah SWT ditandai dengan keluanya air mata. Di saat itu hati merasa tenang, damai, bahagia, pasrah dan penuh harap agar Allah menerima persembahan shalat kita, berharap dosa kita diampuni, berharap Allah SWT tidak menjauh dari kita. Bagi mereka yang sampai pada keadaan yang demikian, maka orang tersebut telah menikmati betapa manisnya ketika di puncak kekhusu’an shalat walau hal tersebut berlangsung hanya beberapa menit saja. Allah SWT berfirman:

 وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا

Artinya  : Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu‘ [QS Al-Isra’ :109].

Bagi kita yang masih salah dengan volume suara kita dalam shalat, di ayat berikutnya Allah SWT memberi tuntunan:

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا

Artinya: Katakanlah Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu” [QS Al-Isra’ :110].

Jika kita sedang membaca bacaan shalat yang tidak dijaharkan, maka ucapkan bacaan shalat tersebut dengan volume suara yang hanya didengar oleh telinga kita tetapi tidak didengar oleh orang yang berada disebelah kita. Tetapi jika kita sebagai imam membaca bacaan yang dijaharkan, maka ucapkanlah dengan volume suara yang didengar oleh semua makmum, tetapi dengan nada yang lembut. Karena suara itu kita persembahkan ke hadirat Allah SWT. Jika kita sering sebagai imam shalat, maka cobalah dicari rekaman suara imam yang lembut dan menyentuh hati seperti Imam Syaikh Sudais, Imam Syaikh Hani Ar-Rifai dan lain-lain untuk sebagai contoh.

Saudaraku yang baik hati, jika kita sudah bisa meraih shalat khusyu’ sampai menangis, maka kami menyarankan untuk berhati-hati. Karena di saat shalat kita khusyu’ sampai menangis, maka syaitan datang memperdaya kita dengan membisikkan hal-hal yang membuat kita ujub atau riya. Allah SWT berfirman :
فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ
Artinya : Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya.

Ria adalah hal yang sangat berbahaya, karena sesungguhnya ria itu adalah syirik kecil (asghar).  Nabi SAW bersabda:

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ قَالُوا وَمَا الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الرِّيَاءُ

Artinya: Sungguh perkara yang paling kutakutkan dari kalian adalah syirik kecil, lalu ketika beliau ditanya tentang hal itu, beliau menjawab:” Riya” [HR Ahmad].

Dengan membaca uraian dari semua materi pada website ini, mudah-mudahan Allah SWT memberikan pemahaman kepada kita tentang apa itu khusyu’ dan bagaimana cara meraih khusyu’ yang benar dalam shalat. Nabi SAW bersabda:

وَمَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

Artinya: Dan barangsiapa Allah menghendaki kebaikan pada seseorang maka Allah akan memahamkan agama kepadanya [HR Ibnu Majah].

Sesuai dengan hadist Nabi SAW di atas, mudah-mudahan saudaraku yang baik hati yang telah membaca materi website ini termasuk dalam golongan orang-orang yang mendapat kebaikan dari Allah SWT. Sehingga memahami makna khusyu’ dan dapat meraih kekhusyu’an dalam shalat. آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ.

Jika mendapat manfaat dari website ini, mohon share kepada saudara kita yang lain. Bangunah amal jariyah yang akan terus menyebar kepada ummat. Semoga semakin banyak orang yang shalatnya khusyu’ dan terhindar dari perbuatan keji dan mungkar. آمين.