Sholat Khusuk

Mindblown: a blog about philosophy.

  • (2). Syarat Shalat

    (2). Syarat Shalat

    Syarat  (الشَّرْطِ) menurut  bahasa  bermakna  tanda. Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an dalam surat Muhammad: فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً ۖ فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا Artinya: Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya [QS Muahmmad: 18) Sedangkan menurut istilah, syarat mempunyai makna: Artinya:…

  • (1). Evaluasi Diri (Muhasabah)

    (1). Evaluasi Diri (Muhasabah)

    Saudaraku yang baik hati, evaluasi diri yang dimaksud adalah meninjau kembali atas pemahaman dan amalan yang selama ini yang kita kerjakan. Hal ini sangat penting untuk perbaikan diri kita. Dalam mengevaluasi diri ini dituntut kejujuran pada diri sendiri. Betapa banyak saudara kita yang merasa wudhu’ dan shalatnya sudah benar, tetapi begitu dievaluasi ternyata masih banyak…

  • (2). Tingkatan Orang Yang Shalat

    (2). Tingkatan Orang Yang Shalat

    Imam  Ibnul  Qayyim  al-Jauziyah رَحِمَهُ اللهُ di  dalam   kitabnya “Syarh al-Wabil ash-Shayyib min al-Kalimi ath-Thayyib” mengklasifikasikan orang yang mengerjakan shalat  ke dalam lima tingkatan, yaitu: Tingkatan pertama adalah mua’qab (disiksa). Tingkatan ini merupakan tingkatan orang yang dzalim dan menganggap shalat sesuatu hal yang sepele sehingga merugikan diri sendiri. Golongan orang seperti ini adalah seseorang yang…

  • Definisi Khusyu’

    Definisi Khusyu’

    A. Menurut Bahasa 1.   Menurut Ibnu Faris رَحِمَهُ اللهُ Khasya’a (خَشَع) huruf kha, syin dan ‘ain merupakan satu rangkaian huruf yang membentuk kata berindikasi menunduk. Kata khusu’a berati menunduk. Definisinya identik dengan kata al-khudhu’ (الخضوع) tunduk. Hanya saja Al-khudhu’ digunakan untuk tubuh, sedangkan al-khusyu’ digunakan untuk suara dan pandangan. Allah SWT berfirman:  خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ…

  • (4). Sunnah-Sunnah dan Pembatal Wudhuk

    (4). Sunnah-Sunnah dan Pembatal Wudhuk

    A. Sunnah-Sunnah Dalam Wudhuk Sunnah-sunnah dalam mengerjakan wudhuk adalah: 1. Bersiwak (gosok gigi) لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِى لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءَ Artinya : Seandainya jika tidak memberatkan ummatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak pada kali berwudhu. HR. Ahmad] 2. Mencuci kedua telapak tangan sebelum berwudhuk sebanyak 3 kali. وَإِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ…

  • (3). Syarat dan Rukun Wudhuk

    (3). Syarat dan Rukun Wudhuk

    A. Syarat Wudhuk Syaikh Dr. Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al Fauzan hafidzahullah menyebutkan syarat wudhuk ada tujuh: Islam Berakal Tamyiz Berniat (letak niat ini ketika hendakakan melakukan ibadah tersebut.) Air yang digunakan adalah air yang bersih dan bukan air yang diperoleh dengan cara yang haram Telah beristinja’ (Membersihkan sesuatu yang keluar dari dua jalur kemaluan…

  • (2). Sifat Wudhuk Nabi

    (2). Sifat Wudhuk Nabi

    حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ أَخْبَرَهُ أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ – رضى الله عنه – دَعَا بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْثَرَ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْمِرْفَقِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ…

  • (4). Tauhid Asma dan Sifat Allah

    (4). Tauhid Asma dan Sifat Allah

    Keesaan nama dan sifat  Allah SWT adalah dengan cara menetapkan nama dan sifat yang Allah SWT tetapkan bagi diriNya dan menafikan nama dan sifat yang Allah SWT nafikan dari diriNya, dengan tanpa tahrif, tanpa ta’thil dan tanpa takyif, tanpa tasybih  dan tanpa tafwidh. Tahrif adalah memalingkan makna ayat atau hadits tentang nama atau sifat Allah SWT…

  • (3). Tauhid Uluhiyah

    (3). Tauhid Uluhiyah

    Keesaaan Uluhiyah Allah SWT adalah mengesakan Allah SWT dalam segala bentuk peribadahan baik yang zhahir maupun batin dan wajib menafikan dan menolak beribadah selain kepada Allah SWT. Hal ini selalu kita nyatakan pada saat membaca surat Al-Fatihah dalam shalat: إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ Artinya : Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami meminta pertolongan…

  • (1). Memaknai Shalat

    (1). Memaknai Shalat

    Memaknai shalat ini sangat penting, sehingga dengan makna shalat yang sebenarnya akan membuat kita tidak berani dan malu melakukan shalat dengan sembarang, asal-asalan, sekedarnya, lalai atau terburu-buru. Allah SWT berfirman: إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي Artinya: Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tiada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah…

Got any book recommendations?


error: Content is protected !!